ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

WHO Menyetujui Vaksin Global Pertama untuk 'Cacar Monyet'
  1. /
  2. Berita
  3. /
  4. Berita Kesehatan Global
baca 1 menit
|
September 20, 2024

WHO Menyetujui Vaksin Global Pertama untuk 'Cacar Monyet'

Jenewa, 16 September (Xinhua) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan persetujuan vaksin MVA-BN, yang dikembangkan oleh Bavarian Nordic A/S, sebagai vaksin pertama untuk mencegah mpox (sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet). Vaksin tersebut ditambahkan ke dalam daftar obat pra-kualifikasi WHO pada hari Jumat, 13 September.

Bagikan berita ini
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Jenewa, 16 Sept (Xinhua) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan persetujuan vaksin MVA-BN, yang dikembangkan oleh Bavarian Nordic A/S, sebagai vaksin pertama untuk mencegah mpox (sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet). Vaksin tersebut ditambahkan ke daftar obat yang memenuhi syarat WHO pada Jumat, 13 September.

 

Anak-anak yang terinfeksi mpox (cacar monyet) di provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo.

 

Persetujuan ini akan secara signifikan meningkatkan akses terhadap vaksin mpox, terutama di wilayah yang menghadapi wabah, seperti Afrika. Vaksin ini adalah vaksin dua dosis yang diberikan dengan jarak empat minggu untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan bahwa persetujuan ini merupakan langkah penting dalam memerangi wabah mpox saat ini dan di masa depan. Dia juga menekankan pentingnya distribusi vaksin yang adil, memastikan populasi berisiko tinggi memiliki akses.

Yukiko Nakatani, Asisten Direktur Jenderal WHO, mencatat bahwa pra-kualifikasi ini akan mempercepat pengadaan internasional dan persetujuan regulasi nasional.

Data saat ini menunjukkan vaksin MVA-BN memiliki efikasi sebesar 76% setelah dosis pertama dan 82% setelah dosis kedua. WHO menegaskan kembali pentingnya pengumpulan data yang berkelanjutan tentang keamanan dan efektivitas vaksin ini.

 

Sumber: Xinhuathai

Sumber: ArokaGO Perpustakaan Kesehatan - Gejala Cacar Monyet

T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.

Berita Lainnya

India Melaporkan Kematian Kedua akibat 'Virus Nipah' di Kerala
Sebelumnya

India Melaporkan Kematian Kedua akibat 'Virus Nipah' di Kerala

September 20, 2024

WHO di UNGA: Seruan untuk tindakan mendesak tingkat tinggi guna mengatasi ancaman global resistensi antimikroba
Selanjutnya

WHO di UNGA: Seruan untuk tindakan mendesak tingkat tinggi guna mengatasi ancaman global resistensi antimikroba

September 20, 2024